life style

Bucin? Is it Wrong?

Mungkin kita seringkali melihat di berbagai media sosial saat ini, banyak pasangan yang mengunggah momen-momen kebersamaan mereka berupa foto atau screenshot dari obrolan mereka yang romantis. Tiap kali melihat hal seperti itu, apa yang kalian pikirkan? Kalau anak jaman sekarang mungkin mikirnya, “Dasar bucin,” kali ya. But then, is it wrong for being that so called ‘bucin’?

Waktu kepikiran buat nulis artikel tentang hal ini, aku langsung keinget sama teman masa SMA-ku dulu. Yah, nggak bisa aku pungkiri, aku juga pernah julid lihat orang-orang yang dulu menurutku suka ‘mengumbar kemesraan’ di media sosial itu. Tapi kemudian temanku yang berinisial N ini mengubah segalanya.

Dari dulu aku sebenarnya tipe orang yang pembawaannya cuek, sehingga seringkali dikira judes dan nggak pedulian. Jadi nggak banyak yang suka curhat ke aku apalagi tentang masalah yang pribadi banget. Singkat cerita, dia curhat banyak tentang masalah keluarganya yang bisa dibilang kurang harmonis. Sekarang dia udah beberapa kali ke psikolog dan psikiater, dan harus mengonsumsi obat untuk mengatasi depresinya. I hope she’ll be fine really soon.

Yang pengen aku ceritain di sini adalah siapa yang menemani dia menghadapi masa-masa sulit tersebut. And yeah, it’s her boyfriend!

Meskipun N juga memiliki beberapa teman, tapi kadangkala mereka punya kesibukan masing-masing dan nggak bisa selalu ada buat dia. Sebaliknya, N juga ngerasa nggak enak kalau terlalu sering minta tolong ke teman-temannya, sehingga kadang dia juga nggak cerita apa-apa ke mereka. The only one who’s always be there with pleasure for her, it’s him.

Dulu aku tahu sedikit banyak tentang pacarnya karena sempat dikenalin. Aku bisa bilang kalau dia emang baik, sabar dan pengertian banget. Imagine being her, gimana nggak bucin sampe ke ubun-ubun kalau punya seseorang yang selalu nemenin kita di masa-masa tersulit dalam hidup. Yang bisa buat kita terus bertahan meskipun di sisi lain rasanya melelahkan. He absolutely means the world for her.

Selain itu, pernah denger nggak tentang kisah Kim Bo Eun dan Kim Jin Gwan yang pernah disampaikan oleh Kak Hansol di channel Youtube-nya? Kalau belum, Kim Bo Eun merupakan seorang gadis yang menjadi korban kekerasan seksual oleh ayahnya selama bertahun-tahun. Kekasihnya, yaitu Kim Jin Gwan, pengen banget bisa menyelamatkan Bo Eun dari penderitaannya sampai ia rela membunuh ayah Bo Eun meskipun kemudian mereka harus dijebloskan ke dalam penjara.

Bayangin ada seseorang yang rela berkorban sebegitu besarnya demi kita… Apa nggak bakalan bucin kuadrat? ≥__≤

Yang ingin aku sampaikan adalah kita nggak pernah tahu betapa berartinya seseorang bagi orang lain. Pasangan-pasangan yang bagi kita keliatan bucin itu, kita nggak pernah tahu kan apa yang udah mereka laluin bareng-bareng, senang sedih yang mereka rasain sama-sama. Dengan mengunggah kebersamaan mereka di media sosial, mungkin itu adalah salah satu cara mereka untuk mengapresiasi pasangannya. So let them be.

Pernah juga denger komentar semacam, “Ah, bucin di sosmed terus entar tahunya ujung-ujungnya putus.” Well, namanya manusia nggak ada yang tahu tentang masa depan. Yang bisa kita lakuin ya menikmati momen saat ini. Saat mereka mengunggah kebersamaan mereka di media sosial ya mereka lagi bahagia dan menikmati momen mereka saat itu. Kalau suatu saat ternyata mereka putus ya, yaudah, mungkin emang ada alasan mereka nggak bisa bareng-bareng lagi.

Dan nggak ada yang salah kalau dulunya mereka sering upload kebersamaan mereka di media sosial, karena sekali lagi, nggak ada yang tahu tentang masa depan dan tentu aja nggak ada pasangan yang mengharapkan kalau mereka bakal pisah nantinya. Toh saat itu mereka memang bahagia bareng.

So yeah, aku nggak ngerasa kalau bucin dan membagikan kebersamaan dengan pasangan di media sosial merupakan hal yang salah, selama hal yang dibagikan dalam batas wajar untuk diperlihatkan kepada orang lain tentunya. Aku berharap ke depannya kita bisa lebih mengapresiasi kebahagiaan orang lain and no julid-julid again.

8 thoughts on “Bucin? Is it Wrong?

  1. Yang aku tangkap intinya gak usah komen tentang kehidupan orang kita kan gak tahu ya arti dibalik kata-kata yang dia sampaikan di medsos atau postingannya. Kita cuma tau covernya aja dan kurang ajar banget ya sampe ngomentar yang enggak-enggak. Makasih kak sudah mengingatkan! Nice post 🙂

    Like

  2. Bener banget nih! Ada juga beberapa temen aku yg bucin, termasuk aku juga bucin hehe. Tapi kalau bucin masih sewajarnya ya it’s ok lah. Lagian, kita hidup di moment ini. Jadinya ya udah, nikmati aja waktu lagi bersama. Urusan jodoh nggak jodoh ya itu urusan lain lagi hhee…

    Like

  3. What a great post, Via! 👏🏻
    Aku suka sekali dengan tulisanmu ini dan aku juga setuju dengan sikapmu bahwa kita tidak boleh julid terhadap orang yang menunjukan kasih sayangnya di publik karena kita nggak pernah tahu apa yang terjadi di balik hidup seseorang. Bahkan sebenarnya, julid ke siapapun juga nggak boleh ya hahaha.

    Like

    1. Nah iyaa, sebenernya ya intinya kita nggak berhak julid ke siapapun karena ya kita nggak pernah tahu hidup orang lain itu kayak gimana, apalagi kalo ngejudgenya cuma berdasarkan apa yang kita lihat di sosmed

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s