book

September 2020 Reads (Part 1)

Sebenarnya nggak banyak buku yang aku baca bulan kemarin, but I could say I try many different things. Aku coba baca genre-genre buku yang nggak biasanya aku baca dan ternyata menyenangkan juga. :D So here, berikut list buku yang aku baca di bulan September kemarin.

  • The Poppy War by R. F. Kuang

Genre  : fiksi sejarah, fiksi fantasi, high fantasy/epic fantasy, fantasi sejarah

Aku tertarik untuk baca buku ini karena rameee banget diomongin di twitter, both local and international. Sampai penasaran ini buku tentang apa sih? Apalagi banyak komentar yang bilang kalau bukunya bagus banget.

Walaupun aku cukup sering nonton film fantasi, tapi jujur aja aku nggak banyak baca buku bergenre fantasi karena seringkali ciut lihat bukunya yang tebel dan kebanyakan bukunya berseri. Tapi karena sepenasaran itu, akhirnya aku coba memberanikan diri untuk baca bukunya daaaan nggak menyesal sama sekali. Hal yang mungkin sedikit aku sesali adalah kebodohanku yang asal baca dan nggak cek trigger warning-nya terlebih dahulu. Alhasil waktu di tengah-tengah baca langsung shock sendiri karena nggak nyangka kalau bukunya bakal sesadis itu.

So, biar nggak ada yang mengulang kejadian yang sama seperti yang aku alami, buku ini berisi tema peperangan, penggunaan narkoba, kecanduan, self-harm, rasisme, bullying, misogini, pembunuhan dan pemerkosaan yang cukup brutal, mutilasi serta eksperimen terhadap manusia. Aku bisa bilang buku ini cukup “dark”, so please keep in mind before you start reading it.

The Poppy War menceritakan mengenai Rin, seorang gadis yatim piatu korban perang yang tinggal bersama dengan keluarga bibinya, Fang, yang memaksanya untuk menjual opium. Hingga suatu hari, mereka memutuskan untuk menikahkan Rin dengan seorang saudagar kaya yang sudah pernah dua kali bercerai dan usianya tiga kali lebih tua dari Rin.

Untuk menghindari perjodohan yang nggak dia inginkan itu, Rin belajar dengan sangat giat agar ia bisa lolos tes Keju yang diikuti oleh lebih dari dua puluh ribu siswa di seluruh negeri dan bisa masuk ke dalam akademi militer di Sinegard, institusi yang paling bergengsi di Kekaisaran Nikan.

Setelah usaha kerasnya agar bisa diterima di Sinegard, hidup Rin nggak lantas penuh dengan kebahagiaan. Karena dianggap sebagai anak kampung miskin, Rin sering mengalami diskriminasi. Dalam keadaan putus asa, ia mendapati dirinya ternyata memiliki kekuatan supernatural yang mematikan−syamanisme.

Di tengah kehidupan akademisnya, Federasi Mugen yang merupakan bekas penjajahan Kekaisaran Nikan, terus mengintai dan diduga peperangan akan segera terjadi. Kekuatan syamanisme Rin mungkin satu-satunya yang bisa menyelamatkan rakyat Nikan, tapi semakin ia mengenal sang dewa Phoenix yang memilihnya, dewa penuh kemurkaan dan dendam, semakin ia khawatir.

Menurutku buku ini emang pantas buat dapat perhatian sebanyak itu karena emang bukunya sebagus itu juga. Aku suka banget sama perkembangan karakter Rin, yang selalu diremehkan; perempuan nggak bakal bisa ini, nggak bakal bisa itu, tapi selama ada niat dan kemauan, kita bisa buktiin apa yang mereka bilang itu salah meskpiun jalannya nggak selalu mulus. I think girls should be like that too.

Aku rasa buku ini akan jadi salah satu buku terbaik yang aku baca di tahun ini dan sekarang lagi menyiapkan mental selagi nungguin buku keduanya, The Dragon Republic, diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, yang dengar-dengar bakalan lebih sadis dari buku pertamanya. @__@

“Perang tidak menentukan siapa yang benar. Perang menentukan siapa yang tetap bertahan hidup.”

  • CADL-Sebuah Novel Tanpa Huruf E by Triskaidekaman

Genre  : fiksi satir

Cadl merupakan buku satir pertama yang aku baca. Karena nggak pernah baca buku dengan genre ini sebelumnya, jujur aja aku sempat bingung di awal buat nangkep alur ceritanya. Tapi setelah mencoba untuk baca baik-baik dan lebih larut lagi ke dalam bukunya, sedikit demi sedikit aku mulai paham dan mengikuti alurnya.

Aku tertarik untuk baca buku ini tentu karena judulnya yang bikin penasaran. Seumur-umur nggak pernah baca buku yang nggak ada huruf ‘E’ di dalamnya. And if you’re wondering, aku bakal ngasih spoiler kalau buku ini beneran nggak ada huruf E-nya sama sekali. XD Unik banget dan jenius.

Cadl menceritakan mengenai kehidupan rakyat Wiranacita yang kian rumit saat Huruf itu dimusnahkan oleh sang diktator, Zaliman Yang Mulia. Aturan bicara dibatasi, buku-buku mulai disortir, dan kamus harus diganti. Di balik larangan itu, ada rahasia suram dan kisah masa lalu yang ditutupi rapat-rapat. Saat satu-dua potongan rahasia itu muncul, Lamin hanya mengikuti apa kata hatinya. Dan dia nggak sadar akan ambang bahaya yang telah menantinya.

Meskipun sempat bingung dan nggak menikmati bukunya di awal, tapi semakin ke belakang aku semakin enjoy dengan ceritanya. Bahkan setelah selesai baca bukunya aku jadi bertanya-tanya apa memang di Indonesia dulu (jaman sebelum Orde Baru) pemerintahnya sediktator itu? Aktivis-aktivis yang dianggap berbahaya dan mengancam bagi pemerintahan bakal semudah itu dihilangkan a.k.a dibunuh? Pasti ngeri banget ya kalau hal ini masih terjadi sampai sekarang.

Buku ini sedikit banyak mengingatkan aku sama Laut Bercerita yang juga pernah aku bahas sebelumnya. Namun di dalam buku ini memberikan lebih banyak sudut pandang baru melalui tokoh-tokohnya yang beberapa diberi nama cukup unik seperti Babi, Jingan dan Jahanam. Asli bikin ketawa bacanya. XD

Overall, aku menikmati pengalaman baru selama membaca buku ini and would love to recommend you if you want to read something unique!

“Puisi itu bunglon. Di suatu waktu maknanya gamblang, di waktu lain malah samar. Yang ajaib lagi, kadang puisi yang sangat gamblang pun tahu-tahu punya  arti lain yang tidak kita duga. Atau kadang puisi yang tampak samar malah tak punya arti signifikan. Ya, itulah puisi. Bilang gini, maksudnya gitu.”

Karena nggak nyangka kalau review-nya jadi cukup panjang (karena niatnya mau bahas sekilas aja), akhirnya aku memutuskan untuk membagi artikelnya menjadi dua part supaya nggak bosen bacanya ehe. So, see you in the second part!

4 thoughts on “September 2020 Reads (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s