book

(Book Review) The Good Son by Jeong You-Jeong

Buku kedua yang aku baca di bulan Oktober ini adalah The Good Son yang ditulis oleh Jeong You-Jeong. Buku ini merupakan buku bergenre misteri, crime, thriller dan fiksi psikologis yang menjadi The bestselling Korean thriller of the year.

Baca blurb buku ini di Goodreads bikin aku penasaran dan nggak sabar ingin cepat-cepat baca bukunya. Beruntungnya, waktu beberapa hari yang lalu aku cek iPusnas, ternyata bukunya lagi tersedia buat dibaca. Rasanya pengen mencak-mencak saking senengnya *lebay*. Tapi buku ini memang antriannya cukup panjang di iPusnas jadi mesti bersabar nungguin giliran buat baca.

The Good Son menceritakan mengenai Yu-jin, seorang laki-laki berusia 26 tahun pengidap epilepsi, yang suatu hari terbangun dari tidurnya dengan kondisi tubuh berlumuran darah. Meskipun beberapa hal berkelebat dalam pikirannya, tetapi ia nggak bisa mengingat apa tepatnya yang telah terjadi kemarin malam.

Menyadari bahwa darah itu bukan berasal dari tubuhnya, Yu-jin keluar dari kamarnya untuk mencari tahu dan menemukan jawabannya di kaki tangga apartemen tempat tinggalnya. Di sana ia melihat tubuh ibunya tergeletak tak bernyawa dengan leher tergorok di tengah genangan darah.

Sementara itu, kakak angkatnya, Hae-jin, memberitahunya kalau telah terjadi pembunuhan seorang wanita muda di dermaga tak jauh dari apartemen mereka dengan luka menganga di leher korban.

Yu-jin berusaha keras untuk mencari tahu apa yang terjadi, menggali kembali ingatannya, mencari bukti dan hubungan antara kedua kasus pembunuhan tersebut hingga menguak rahasia gelap tentang keluarganya… dan tentang dirinya sendiri.

Buat aku yang terbiasa baca bukunya Akiyoshi Rikako yang beralur cepat, menurutku buku ini alurnya cukup lambat terutama di halaman-halaman awalnya. Banyak banget flashback mengenai masa lalu Yu-jin ketika ia masih kecil. Tapi seperti yang ditulis oleh Jeong You-Jeong sendiri dicatatan penulisnya, “…novel ini bisa disebut sebagai kisah kelahiran penjahat yang menggambarkan proses perubahan seorang pemuda biasa menjadi pembunuh,” and so, I let myself enjoy the process of the story.

Meskipun di awal mesti sedikit maksain diri buat terus ngelanjutin baca ceritanya, tapi makin lama malah dibikin makin penasaran dan justru nggak bisa berhenti buat baca bukunya. Rasanya ikut deg-degan waktu rahasianya sedikit demi sedikit mulai terkuak.

Untuk ­ending-nya, aku nggak tau sih harus bereaksi gimana ahaha XD Jadi silahkan dibaca sendiri yaa.

“Aku begitu kesal sampai aku ingin menembakkan bazoka ke telepon.”

↑ ini kutipan yang bikin ngakak banget.

“Ada hal-hal yang tidak bisa kau hindari dalam hidup. Dilahirkan, menjadi anak seseorang dan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi. Walaupun begitu, aku tidak ingin seperti pesawat jet yang melesat di angkasa tanpa navigasi pasti. Aku ingin memegang kendali atas diriku sendiri.”

4 thoughts on “(Book Review) The Good Son by Jeong You-Jeong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s