book

(Book Review) Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 by Cho Nam-Joo

Mungkin sudah banyak yang tahu atau pernah mendengar mengenai buku ini, mengingat buku ini merupakan salah satu buku dari Korea yang paling terkenal. Buku ini menceritakan mengenai kenyataan pahit kultur patriarki dan ketidaksetaraan gender yang seakan mendarah daging di Korea melalui kisah hidup seorang perempuan bernama Kim Ji-Yeong.

Berdasarkan catatan penulisnya, tokoh Kim Ji-Yeong sendiri adalah representasi dari kehidupan perempuan di Korea secara umum, karena pada tahun 1982, menurut catatan statistik, Kim Ji-Yeong merupakan nama yang paling banyak digunakan oleh perempuan di Korea.

Selama baca bukunya rasanya nyesek banget sih, karena kultur patriarki seperti ini juga banyak dijumpai di Indonesia, atau bahkan mungkin terjadi hampir di seluruh penjuru dunia. Mulai dari sejak dilahirkan, jika hamil anak laki-laki rasanya lebih diagungkan dibandingkan jika hamil anak perempuan. Bahkan di dalam buku diceritakan bahwa Ibu Kim Ji-Yeong sampai mengaborsi kehamilannya yang ke-3 setelah melahirkan 2 anak perempuan berturut-turut dan berharap kalau kali ini dia akan mengandung anak laki-laki. Sayangnya harapannya belum terkabul, sehingga ia menggugurkan janinnya begitu mengetahui kalau ternyata jenis kelamin kandungannya perempuan lagi. Baru dikehamilannya yang ke-4, ia akhirnya mengandung anak laki-laki yang selama ini telah diidamkan oleh keluarganya.

Sejak kecil, anak-anak perempuan di rumah selalu dibiasakan untuk membantu melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih dan memasak. Namun jarang sekali anak laki-laki dituntut untuk melakukan hal yang sama. Kebiasaan ini kemudian dapat berlanjut saat berumah tangga, seakan-akan yang bertanggungjawab dalam menyelesaikan pekerjaan rumah hanyalah pihak perempuan.

Menginjak masa remaja, suatu hari, Kim Ji-Yeong hampir saja diganggu oleh anak laki-laki yang mengikutinya sejak ia naik ke dalam bis sampai ia turun di halte yang dekat dari rumahnya. Beruntungnya ada perempuan baik yang mengerti dengan situasi yang dialami oleh Ji-Yeong dan menolongnya sampai ia aman. Sesampainya di rumah, Ji-Yeong menceritakan hal yang dialaminya kepada ayahnya. Namun bukannya mendapat dukungan, ia justru disalahkan karena dianggap nggak berhati-hati. Bacanya cuma bisa miris, kenapa selalu perempuan yang dituntut untuk berhati-hati, sedangkan pelakunya dianggap sebagai hal yang wajar?

Nggak berhenti sampai di situ, ketika dewasa dan menikah dengan suaminya, Jung Dae-hyun, Kim Ji-Yeong kembali dihadapkan pada dilema, antara melanjutkan karirnya yang sedang berjalan dengan baik atau berhenti dan mendedikasikan seluruh waktunya untuk merawat anak serta rumah tangganya. Di mana pandangan tentang seorang perempuan yang baik lebih condong pada pilihan kedua. Seakan perempuan nggak punya kesempatan untuk memiliki mimpi dan berkarir sesukses seperti laki-laki tanpa dicap buruk atau dianggap menyalahi kodratnya. Padahal sebagai manusia, perempuan juga bisa bermimpi dan memiliki hal yang ingin dicapai dalam hidupnya, nggak cuma laki-laki aja.

Masih banyak banget kultur-kultur patriarki lainnya yang diceritakan di dalam buku yang nggak kalah bikin emosi. :’ )

Aku berharap semoga buku ini bisa dibaca oleh lebih banyak orang, khususnya laki-laki, sehingga banyak yang jadi lebih aware dengan kultur patriarki yang hidup di sekitar kita. Meskipun tentunya nggak mudah untuk menghapus kebiasaan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, tapi aku harap seenggaknya buku ini bisa membuka mata dan mengubah sedikit banyak pandangan kita terhadap kultur patriarki ini dan nggak melanjutkannya ke generasi berikutnya.

I don’t have to mention how much I love this book, right?

“Mari kita berharap semua anak perempuan di dunia bisa memiliki dan menggapai lebih banyak impian.”

One thought on “(Book Review) Kim Ji-Yeong Lahir Tahun 1982 by Cho Nam-Joo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s