book

(Book Review) To Kill a Mockingbird by Harper Lee

Setelah cukup lama ngantri di iPusnas, akhirnya aku kedapetan giliran buat baca buku To Kill a Mockingbird ini. Sebenarnya aku pengen banget beli buku fisiknya, terutama karena aku udah punya buku keduanya, yaitu Go Set a Watchman. Tapi nggak tahu kenapa buku fisik terjemahan Bahasa Indonesianya udah jarang ada, bahkan di online shop sekalipun. Harga preloved-nya juga terbilang cukup mahal. Apa bukunya udah nggak diproduksi lagi ya sama penerbitnya? Rasanya sayang, padahal bukunya bagus banget. :(

To Kill a Mockingbird menceritakan mengenai kehidupan Scout, seorang gadis berusia enam tahun yang tinggal bersama dengan kakak laki-lakinya, Jem, dan juga ayahnya, Atticus, yang merupakan seorang pengacara. Mereka tinggal di Maycomb Country dan memiliki seorang juru masak di rumah bernama Calpurnia. Ibu Scout meninggal karena serangan jantung mendadak saat usianya masih dua tahun, sehingga ia nggak begitu mengingat tentang ibunya.

Di awal cerita, alurnya memang sedikit lambat. Tapi aku suka banget baca buku dengan tema kekeluargaan kayak gini. Serunya hubungan Scout dan Jem saat menghabiskan waktu bersama, terkadang diikuti dengan Dill−teman mereka yang berasal dari Meridian, Mississippi, yang selalu melewatkan liburan musim panasnya di Maycomb dan tinggal di tempat bibinya, Miss Rachel, yang merupakan tetangga Scout.

Konflik bermula saat Atticus ditugaskan untuk membela seorang kulit hitam bernama Tom, yang dituduh telah memperkosa seorang gadis kulit putih bernama Mayella. Banyak penduduk kota mengecam tindakan Atticus yang memilih untuk menerima tugas tersebut dan membela seorang kulit hitam yang dianggap sebagai sampah masyarakat.

Kecaman itu nggak hanya dialami oleh Atticus, tapi juga dirasakan oleh kedua anaknya, Scout dan Jem, yang seringkali harus menahan amarah saat teman-temannya mengolok-ngolok mereka dan memanggil Atticus sebagai ‘Pecinta Nigger’. Bahkan beberapa anggota keluarga besar mereka juga kesal akan keputusan Atticus dan menyebutnya telah merusak nama baik keluarga.

Meskipun sedang berada dalam situasi yang sulit, Atticus tetap bersikap tenang dan bijaksana seperti yang selalu ia lakukan. Ia mengajarkan pada Scout dan Jem agar nggak membenci orang-orang yang menghina atau mengganggu mereka, karena penduduk Maycomb tetaplah teman-teman mereka.

Kalau aku pernah bilang Mrs. March dalam buku Little Women itu mother goals, maka Atticus adalah daddy goals-nya. Terharu banget sama gimana Atticus memperlakukan anak-anaknya dengan sabar dan selalu mau berdiskusi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Scout yang penuh keingintahuan, terutama mengenai pekerjaan ayahnya sebagai pengacara.

Hal lain yang paling aku suka dari buku ini adalah perkembangan karakter Scout. Awalnya ia adalah seorang gadis tomboi yang lebih memilih untuk menyelesaikan masalah dengan perkelahian dibandingkan memikirkannya dengan kepala dingin. Namun seiring berjalannya cerita dan konflik yang ia hadapi, Scout belajar bahwa kehidupan nggak selalu hitam dan putih. Bahwa prasangka seringkali bisa membutakan manusia. Ia kemudian tumbuh menjadi seorang gadis dewasa yang bijaksana dan bisa mengendalikan emosinya sebelum bertindak.

Nggak heran kenapa buku ini menjadi salah satu bacaan wajib di sekolah dasar dan menengah di Amerika, karena emang sebagus itu dan banyak pesan moral yang bisa dipetik dari buku ini, terutama mengenai diskriminasi.

“Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya… hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya.”

“Hanya karena kita lelah tertindas selama seratus tahun sebelum kita mulai melawan, bukanlah alasan bagi kita untuk tidak berusaha menang.”

10 thoughts on “(Book Review) To Kill a Mockingbird by Harper Lee

  1. Ini salah satu series klasik favorit aku.. Aku punya yg versi gold edition yg terbitan Qanita. Tapi kayaknya sekarng memang udah jarang yg jual yaa..
    Sedangkan buku ke2 nya, aku baru baca awal2 n sampe skrng ga beres padahal lbh tipis. ga sebagus To Kill a Mockingbird mnrt aku..
    Oiya, salam kenal ya Mba ^^

    Like

    1. Ah, iya, aku sering baca review kalau Go Set a Watchman nggak sebagus To Kill a Mockingbird :( tapi nggak papa deh, aku tetep penasaran pengen baca wkwk.
      Iyaa, salam kenal juga Mbaa ^^

      Like

  2. Aku udah berkali-kali liat buku ini tapi masih belom ada keinginan untuk baca…. mungkin karena aku sendiri belom pernah kepo kali ya sama buku ini dan baru ngeh ternyata buku ini tentang keluarga ya…
    Btw, Mba bukunya kayaknya masih banyak lho, kemarin saat diskon2 buku itu buku ini sering bgt di diskon dengan harga murah Mba. Tapi, kalo udah diborong skrg gatau ya….

    Like

    1. Iyaa, bukunya mostly tentang coming-of-age karakter Scout yang banyak dipengaruhi sama keluarga dan lingkungannya di Maycomb.
      Wah, iya? Aku sempet nyari bukunya beberapa bulan yang lalu tapi seringnya nemu yang Bahasa Inggris dan harganya lumayan mahal. Trus belum cari lagi sejak udah baca bukunya di iPusnas. Makasih Kak Tika infonyaa! Nanti aku coba cari lagi, semoga masih ada.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s